Skip to toolbar
Close

Opini Ilmu sosial budaya dan dasar pertemuan ke-5

Menyimpulkan tentang pertemuan yang ke empat, beserta dengan Tambahannya.

Sub poin :

  • Menurut pendapat saya mutlak suatu kebudayaan dikatakan tinggi karena peradaban yang terjadi pada daerah tersebut juga tinggi. Berdasarkan Culture study yang ada ,dibeberapa daerah, mereka tidak beradap tetapi memiliki kebudayaan yang tinggi. Hal ini tidak menjadi persoalan yang serius mengenai kebudayaan dan peradaban. Meskipun diharapkan dengan berjalannya waktu kebudyaan ditunjang dengan peradaban yang tinngi pula dalam suatu wilayah. Mengapa saya mengatakan harus diiringi dengan peradaban yang tinggi pula, karena mayoritas masyarakata yang berbudaya tinggi tapi mereka tidak beradap pasti dalam kegiatan kebudayaannya melakukan aksi pengorbanan satu dengan yang lain , sehingga tidak beradap suatu komunitas masyarakat bila tetap melakukan pengorbanan satu dengan yang lain .

Manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini

  • Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Sedangkan kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani. Tegasan dari saya kebudayaan itu hubungan manusia dengan alam sekitarnya yang menyangkut segala aspek kehidupannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Masyarakat tradisional adalah cikal bakal masyarakat modern , memang dua objek tersebut menjadi bahan persoalan dalam perkuliahan kami pada petemuan ke-5. Menurut saya memang benar masyarakat tradisonal bisa menjadi masyarakat yang modern dengan berjalannya waktu. Tetapi jika keduanya sudah saling terikat harapannya kebudayaan yang ada pada masing-masing daerah tetap dilestarikan sebagai pembeda dengan masyarakat yang lainnya. Dengan cara latihan akademi yaitu latihan yang mengutamakan pengalaman . Kemudian masyarakat modern merupakan hasil produk jadi dari sumber daya manusia khususnya dalam bidang pendidikan.

FUNGSI NILAI, MORAL DAN HUKUM

DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

 

Menurut saya Manusia, nilai, moral, dan hukum merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Karena komponen ini bisa dikatakan sistem penggerak utama dalam hal kepribadian seseorang. Masalah-masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia berkaitan dengan nilai, moral, dan hukum antara lain mengenai kejujuran, keadilan, dan perbuatan negatif lainnya sehingga perlu dikedepankan pendidikan agama dan moral karena dengan adanya panutan, nilai, bimbingan, dan moral dalam diri manusia akan sangat menentukan kepribadian individu atau jatidiri manusia, lingkungan sosial dan kehidupan setiap manusia.

 

Hubungan nilai dengan moral

 

Nilai dapat diartikan sebagai sifat atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia baik lahir maupun batin.apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima di lingkungan masyarakatnya, dansetiap individu tersebut dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Jadi moral adalah sistem aturan norma-norma yang bersifat abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali manusia untuk menjadi manusia yang lebih baik.

 

Hukum itu sendiri yaitu peraturan yang mengurusi tata tertib suatu masyarakat dan harus ditaati oleh masyarakat tersebut. Posisi hukum disini menjadi penegak dari penyimpangan nilai serta moral yang dilakukan pada setiap individu. Dengan hukum diharapkan manusia dapat memaksimalkan hubungan nilai dengan moral yang baik guna menjadi individu yang lebih baik.

Kemudian kriteria hukum sebagai penegak keadilan antara lain:

  1. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa.
  2. Hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat.
  3. sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses pengkaidahannya)

Demikianlah opini saya pada pertemuan ke-5 karena tidak banyak yang dipaparkan oleh pemateri. Terimah kasih.

 

© 2020 Ferry Wiranto Blog | WordPress Theme: Annina Free by CrestaProject.